(not seriously) cracking stupid things

Home
You had me at "Hello"
Oct 28, 2005
 Website Hit Counter 
Free Hit Counter 

Tadinya saya ingin pindah rumah dari sini, tapi rasanya tidak tega karena rumah ini sudah ditempati selama 4 tahun (4 TAHUN!?!) dan bahkan turut andil dalam mempertemukan saya dengan orang-orang yang saat ini punya tempat yang amat penting di hati.
Jadi saya memutuskan untuk menjadikan rumah ini sebagai rumah peristirahatan, untuk refreshing di kala jenuh. Kalau kamu mau mengunjungi rumah saya yang (rada) niat silahkan berkunjung ke link saya (yang lain sebagainya) di bawah ini :

Ilustrasi-ilustrasi saya yang kebanyakan tentang perempuan (yang saya sukai saja)
john cena
Racauan rada serius dan rada usaha saya ada di sini
john cena

Kami, kamu, kita dan mereka menggambar di sini
john cena

HURAY-HURAY everyone!

Posted by Lala on Nov 19, '09 4:04 AM for everyone
setiap memakai benda ini kaki saya protes setengah mati
ckckckckck ... *ngeri

padahal seharusnya

tapi harus tetap dipakai juga, habis gimana dong ...



Posted by Lala on Nov 18, '09 3:19 AM for everyone

(mengingatkan saja : ini adalah postingan yang panjang tapi layak baca)

Kata beberapa orang bermimpi adalah sebuah kewajiban, karena tanpa mimpi seorang manusia tidak akan kemana-mana alias mentok a.k.a mandek dalam hidup.

Iya, itu memang benar. Mimpi akan membuat seorang manusia memiliki tujuan dan akhirnya berusaha untuk mencapai mimpinya. Tanpa mimpi hidup akan terasa begitu gamang dan tidak berarti (well for some people YES?)
Tidak akan ada seorang Albert Eisntein dan Mark Zuckerberg yang saat ini berhasil membuat umat manusia mampu membuat nuklir dan ketagihan dengan kehidupan facebook (yang sebenarnya kurang nyata).

And the story goes …

Dari teman-teman yang saya miliki, ada yang termasuk tipe satu mau dan banyak mau. Apakah itu? Lanjutkan membaca …

Tipe satu mau adalah tipe orang yang hanya memiliki satu mimpi dalam hidupnya, dia tidak peduli dengan apa komentar orang lain dan tetap bersikeras dengan mimpinya seabsurd dan seaneh apapun itu. Seiring waktu dan kekerasan hatinya, akhirnya orang pun mempercayai mimpinya. Pada kenyataan yang saya alami, tipe orang-orang ini pada akhirnya (cepat atau lambat) akan mendapatkan mimpinya.

Adalah seorang teman yang menceritakan tentang temannya yang berkuliah di HI Unpar. Sejak awal kuliah orang ini cuma memiliki satu cita-cita, menjadi news anchor di Metro TV. Titik. Tanpa embel-embel apapun. Padahal dengan modal tampang yang menjual dia bisa saja ikutan casting film atau kompetisi putri kecantikan yang amat menjamur itu. Tapi tidak ada yang dia gubris, dia cuma sibuk bermimpi tentang Metro TV sambil melakukan semua hal yang diperlukan untuk menjadi seorang news anchor handal. Sebutkan saja … kemampuan bahasa, wawasan yang luas dan bla bla bla. Saat masih menjadi mahasiswa, bermimpi dan bercerita, ada teman-teman yang percaya dengan mimpinya dan ada yang tidak.

Dia tidak peduli, dia terus bermimpi dan tidak pernah berganti mimpi barang satu kalipun. Lulus kuliah … Metro TV membuka kesempatan untuk menjadi seorang news anchor dan dia langsung mendapatkan apa yang dia mau. Sekarang dia telah menjadi salah satu news anchor terbaik yang dimiliki Indonesia, Chantal Delaconcetta.

Saya merasa tidak perlu menambah cerita jenis ini lagi, di sekeliling kamu pasti banyak sekali cerita seperti itu. Menambah cerita seperti ini lagi hanya akan membuat jari-jari tangan saya pegal tanpa arti. Mereka semua memiliki kesamaan … terobsesi dengan satu MAU.

Well … soal tipe banyak mau. Saya tidak akan jauh-jauh mencari contoh.

Saya sendiri

Sejak balita saya suka menggambar. Saya tidak terlalu suka boneka dan nyanyian. Saya cuma suka menggambar dan buku mewarnai. Di bangku TK fokus saya tetap satu, menggambar. Karena saya merasa tidak ada hal lain yang membuat saya senang seperti saat saya menggambar. SD sampai pertengahan SMP saya cuma suka menggambar.

Kesalahan saya adalah … saya mulai berubah menjadi sesosok manusia banyak mau di awal SMU.

Teater, jurnalistik, majalah dinding, buku tahunan, mabuk organisasi ini-ina-ita-itu, dan club menulis adalah kegiatan yang saya gilai saat SMU. SEMUA memiliki kadar yang sama besar. Saya jatuh cinta dengan teater dan menulis. Saat itu saya memiliki dua MAU. MAU bermain teater sampai tua dan bahkan sempat berpikir ingin masuk STSI sekaligus MAU menjadi penulis feature handal.

Hasilnya ketika SPMB pilihan universitas dan jurusan saya absurd sekali …

Pilihan pertama : Kimia ITB (alasannya sederhana, saya suka Kimia karena guru saya asyik sekali)
Pilihan kedua : Agronomi Unpad (alasannya satu, sepertinya seru membuat buah tomat memiliki rasa seperti buah durian)
Pilihan ketiga : Fikom Unpad (alasannya … semua orang memilih ini juga sepertinya)

Saya lolos ke Agronomi, juga lulus di Arsitektur Unpar. Saya bingung, karena saat itu saya tidak tahu saya ingin apa (bodoh). Salah satu Om menyuruh saya kuliah double karena menurut dia kedua tempat itu bagus, untungnya saya tidak menuruti karena saya pasti akan menjadi orang yang tidak punya MAU sama sekali saking sibuk kuliah.

Masuk ke masa kuliah (saya pun memilih Arsitektur, karena … terdengar lebih artsy aja haha), saya kembali menggambar (karena memang harus) tapi saya pun menggambar atas nama tugas kuliah dan tidak memakai hati. Hasilnya … bagus tapi saya tidak pernah menganggap itu sebagai kesenangan. Dan saat kuliah adalah masa-masa saya giat sekali menulis, saya bahkan berhasil menyelesaikan 1 draft novel yang sekarang entah kemana. Saya sangat mengikuti perkembangan penulis-penulis Indonesia dan melahap buku-buku Seno Gumira Ajidarma tanpa lelah. Itulah MAU saya yang ketiga. Mau menjadi penulis non fiksi absurd sarat makna seperti Seno Gumira Ajidarma …

Bekerja. Capek. Mandek ide menulis. MAU menjadi penulis pun hilang sudah. Malas berpikir. Tenggelam ke dalam arus kehidupan tanpa hasil. Menghadapi beberapa hal menyakitkan. Bercerita ke seorang teman. Saya … disuruh menggambar.

Tapi ini bukan sekedar menggambar tanpa tujuan. Dia menyuruh saya melakukan hal ini rutin setiap hari tanpa jeda. Dia mengingatkan saya tentang tujuan. Saya pun melakukan, tanpa lelah, tanpa absen … mengejutkan! Saya merasa BAHAGIA. Saya merasa memiliki tujuan setiap harinya, saya merasa berharga karena saya memiliki satu hal yang harus saya lakukan.

Lalu saya pun merenungi semua yang sudah lewat. MAU yang amat banyak itu. MAU yang berganti seenak musim yang berganti di tanah Eropa dan Amerika. MAU yang tidak memiliki benang merah antara satu dan yang lain. MAU yang menumpuk tanpa arah. MAU yang tidak pernah berdiam di benak saya lebih dari satu tahun.

Akhirnya sekarang saya memutuskan untuk berdamai. Saya melepaskan MAU-MAU saya itu satu demi satu. Sedih. Iya. Sekaligus lega luar biasa.

Peduli setan saya terlambat, terlambat start lebih baik daripada tidak sama sekali bukan?

Saya sudah berdamai dengan MAU-MAU saya dan memilih satu MAU yang ternyata tidak pernah meninggalkan saya, semenjak saya balita.

Kalau kamu ingin jadi penulis, publicist handal, fashion designer, pemilik butik, terkenal, kaya, punya 10,000 follower di twitter, memiliki blog dengan 10,000 hits perhari. Pilihlah satu. Berakhir di usia 35-40an dengan banyak MAU tanpa satupun MAU yang terealisasi akan sangat menyakitkan. Percayalah …

Jadi,
MAU kamu apa?


Posted by Lala on Nov 15, '09 9:09 PM for everyone
on t-shirt


Posted by Lala on Nov 13, '09 1:50 AM for everyone
I want this kind of dress ...


Note
PLEASE HELP RETWEET -----> RT @deathrockstar @robocadaver #rihannalive4jakarta http://bit.ly/2XWTN6 click 2 watch her show & freebies
Posted by Lala on Nov 11, '09 10:22 AM for everyone

Posted by Lala on Nov 10, '09 10:03 PM for everyone
makin banyak orang yang menilai hubungan antar manusianya ...

dengan jumlah follower di twitter,
jumlah comment yang didapat setiap mengganti status facebook,
sebanyak apa tag-tag an foto yang dia dapat setelah menghadiri acara ke'kini'an,

freakin' weirdos
real world is more important
oh! I forget you forgot that already
poor thing ...

I don't care, just amaze




Posted by Lala on Nov 10, '09 3:39 AM for everyone
Teman saya pernah kehilangan dompet yang berisi uang SPP sebesar Rp 25,000 (di kala itu biaya sekolah tidaklah se'kejam' sekarang). Teman saya itupun menghadap ke wali kelas kami yang terkenal galak dan melaporkan kehilangannya sambil menangis tersedu-sedu.

15 menit kemudian ...
Wali kelas, guru agama, dan guru BP masuk ke dalam kelas saya dengan wajah kencang.

Mereka menyuruh kami semua bersumpah atas nama Tuhan masing-masing (waktu itu saya bersekolah di SD beragama Buddha ... believe it or not). Dan menyuruh si pencuri untuk segera mengaku saat itu juga.

Jelas saja, kelas saya hening ... semua anak menundukkan kepala dan saling lirik satu sama lain.

Tapi tidak ada yang membuka suara ...
Akhirnya kami semua disuruh ke muka kelas dan meninggalkan tas di kursi masing-masing, para guru itu menggeledah tas-tas kami termasuk laci meja. Hasilnya nihil ...

Anak yang kehilangan itu pun menunjukkan wajah putus asa. Saya tahu, dia bukan dari keluarga yang cukup mampu.

Akhirnya diumumkan agar anak-anak tidak boleh ada yang pulang sampai pencurinya mengaku, seluruh kelas digeledah habis oleh para guru. Mereka super 'kekeuh' seperti itu karena mereka sangat memegang teguh ajaran Sidharta Gautama a.k.a Buddha yang berprinsip kalau hukum karma itu berlaku. Apa yang kamu lakukan di masa sekarang, akan dibalas di kehidupan selanjutnya. Mereka selalu menanamkan welas asih dan kejujuran kepada seluruh murid dan mencuri benda orang lain termasuk kesalahan yang besar dan tidak terampunkan.

Akhir cerita ...
Pencurinya pun ketemu.
Dia diskors 3 hari
Orang tuanya dipanggil ke sekolah

'Hanya' karena uang Rp 25,000

3 bulan kemudian anak itu pun pindah sekolah, karena malu.

Di mata kita Rp 25,000 mungkin bukan jumlah yang besar, tapi mencuri adalah mencuri. Yang di mata saya adalah kejahatan tidak terpuji dan paling egois ... karena tidak memikirkan akibat yang akan ditanggung oleh orang yang kehilangan barang tersebut.

I hate you thief
You'll get your karma

Posted by Lala on Nov 7, '09 9:18 PM for everyone
Hilarious haha ...
(Image from here)


Posted by Lala on Nov 6, '09 11:31 PM for everyone
Visit her personal blog


Posted by Lala on Nov 4, '09 8:21 AM for everyone
bukan tipe orang yang suka mengumbar kesusahan diri sendiri
bukan tipe orang yang suka berkeluh kesah panjang-panjang
di dunia maya ...

karena saya tahu itu tidak akan membantu banyak
dan yang bisa membantu diri sendiri adalah saya sendiri

tapi hari ini,
saya sedang amat bersusah hati
karena keteledoran
karena ketidak hati-hatian yang tidak perlu
karena kesalahan saya sendiri
karena kenaifan saya yang selalu melihat semua orang adalah baik dan jujur

saya pun berandai-andai
"seandainya saya orang yang bisa dengan mudahnya mencaci maki dan berkeluh kesah panjang di dunia maya"
mungkin kesusahan hati saya akan sedikit berkurang
karena sudah memuntahkannya ke dunia maya yang maha luas ini
lalu akan mendapatkan komentar-komentar yang mungkin beberapa bisa menenangkan hati

tapi saya tetap tidak bisa
saya cuma bisa bercerita kepada 2 orang

lalu saya pun berusaha ikhlas,
semua kesusahan, sesusah apapun itu toh pasti akan berakhir ... ya kan?



Posted by Lala on Oct 30, '09 4:25 AM for everyone
orang ganjen dan pembohong

TITIK

Posted by Lala on Oct 27, '09 3:11 AM for everyone
(perhatikan sisi sebelah kanan atas image ini)

see ...
what is it means?

for more simply click here

Posted by Lala on Oct 22, '09 1:51 PM for everyone

Masa menyenangkan saat masih mengenakan rok abu-abu panjang itu, saya teringat rutinitas ‘antri telepon’ waktu anak-anak kost-an mulai (belajar) pacaran. Saat malam tiba dan pacar-pacar yang malang itu diberi nada tunggu lagu Garuda Pancasila versi komplit. Rutinitas ke Yogya department store untuk belanja bulanan sabun mandi dan kawan-kawannya yang ditutup dengan minum es cendol Elizabeth. Cemas menunggu detik-detik menuju masa SPMB, bukan … bukan soal belajarnya yang seru, tapi saat kami semua berkumpul dan membicarakan tentang masa depan yang cenderung berwarna abu-abu disitulah letak keasyikannya.

4 tahun lamanya saya menelan pendidikan kuliah, di antara sekian banyak malam yang dipenuhi gulungan-gulungan kertas gambar kerja, maket dan berbagai macam tugas yang membunuh raga. Sekarang-sekarang ini saya seringkali teringat dengan kegiatan makan bakso malang gerobak yang kami lakukan pada sore hari tenang di Bukit Resik 2. Malam hari saat dingin mulai menusuk tulang, kami pun memakai jaket masing-masing, lalu melangkahkan kaki ke warung roti bakar terdekat dan menelan roti-roti penuh lemak itu tanpa memperdulikan kadar kalorinya.

Di lantai 14 saya mengingat 1 ekor kura-kura peliharaan saya yang R.I.P karena dia tidak sengaja (ke)masuk di dalam instalasi pendingin gedung dan menghilang begitu saja tanpa bekas. Saya juga masih teringat jelas dengan batagor kuah di belakang gedung itu (dan patah hati setengah mati saat mengetahui tidak ada batagor kuah di Jakarta *sigh). Jangan lupakan saat-saat menaiki lift barang saat shift malam dengan perasaan deg-degan dan berusaha keras mengacuhkan rasa takut.

Bekerja di tengah bapak-bapak itu dan  pria-pria dewasa itu. Belajar tentang apa itu arti dari mencintai dan dicintai (yang ternyata maknanya amat sangat jauh, jangan sampai kamu tertipu) sehingga sekarang saya sudah jauh lebih pandai dalam persoalan ini. Meeting mingguan itu, di saat semua orang terlihat mencari posisi yang paling ‘nyaman’ dan tidak penuh dengan gangguan. Es podeng, mpek-mpek, dan bakwan malang pada pukul 4. Sholat di mesjid yang adem minta ampun saat suasana butek mulai membuat otak membeku tanpa ampun.

Kadang …
Saya mengharapkan terjadi hal-hal BESAR dalam hidup saya, yang menurut saya akan bisa terkenang dengan baik di dalam memori dan tak terlupakan. Tapi ternyata memori ini tidak membutuhkan hal-hal yang se-BESAR  itu untuk bisa dikenang. Justru hal-hal kecil yang berhasil menempel dengan super lengket di dalam memori. Mereka boleh berupa hal kecil tapi akan rutin dilakukan karena membuat alam bawah sadar ketagihan dengan sensasi yang ditimbulkan.

Hal-hal kecil itu yang memang membuat hari-hari terasa pantas untuk diberikan hadiah berupa senyum dan tawa tanpa beban. Hal-hal kecil itu bisa berasal dari kehadiran seseorang, rutinitas YMan setiap jam 10 malam atau menu favorit makan siang di jam istirahat kantor.

Saya selalu merindukan hal-hal kecil itu ketika masa mereka sudah lewat dan saya sadar bahwa saya tidak akan pernah bisa mengecapnya lagi. Ya … itulah letak kebodohan saya yang luar biasa. Tapi hari ini saya sedang berusaha untuk mengingat semua hal-hal kecil yang sudah diberikan orang ini , kamu, dan mereka dalam beberapa bulan terakhir. Dan … sayapun tersenyum lebar dan berjanji dalam hati untuk selalu menikmati setiap detiknya.

Terima kasih Tuhan untuk hal-hal kecil itu, tanpanya hal-hal BESAR akan terasa tidak berarti.


Posted by Lala on Oct 21, '09 10:35 PM for everyone

Posted by Lala on Oct 21, '09 12:14 AM for everyone
*maafkan ... toh saya jarang ngeluh nyampah misah misuh di sini

Posted by Lala on Oct 16, '09 4:05 AM for everyone

Posted by Lala on Oct 16, '09 1:36 AM for everyone
visit her colorful website here

Posted by Lala on Oct 16, '09 12:19 AM for everyone
Ketika saya memiliki lemari seperti ini, semua sepatu-sepatu itu tidak bertumpuk di dalam dus dan berdebu lagi. Serta pakaian-pakaian itu tidak bercampur lagi antara satu sama lain dan acak-acakan sehingga selalu kusut. Amin

Posted by Lala on Oct 15, '09 1:54 AM for everyone
Dan kita pun bisa bermain-main di sana seperti mereka ...

Katie & Naomi

Pandora & Effy

Posted by Lala on Oct 14, '09 12:43 AM for everyone
Ini sudah 3 minggu setelah lebaran
Marilah hey kita semua berkumpul atas nama 'halal bihalal'

© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help